13. Utaran

2163 Words

Sepanjang perjalanan menuju kantor Radhit, Kania terus tersenyum, biarkan saja sang sopir menganggap dia gila, yang penting dia memang bahagia, bahasanya tuh, jangan cuma penderitaan yang di perlihatkan, kebahagiaan juga!.   Hingga matanya tidak sengaja melihat perempuan yang dulu menolongnya, menampungnya semalaman. "pak, tolong berhenti di halte" pinta Kania. Mobil mewah berwarna hitam itu berhenti di halte, bahkan beberapa orang yang ada di halte langsung menatapnya, dalam hati mungkin mereka berdoa agar kelak memiliki mobil tersebut. Kania turun dari mobil, dia langsung tersenyum lebar kepada orang yang pernah menolongnya. Tuhkan! Kania lupa lagi namanya!  "mba! masih inget aku gak?!" tanya Kania senang. Perempuan itu mengangguk, dia masih tidak percaya jika wanita yang dia tolon

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD