SB - 31

2004 Words

Aku terbangun dari tidur karena dering ponsel yang terus berbunyi tanpa henti. Mataku masih terasa sangat berat. Dengan mata masih tertutup karena memang masih sangat mengantuk, aku meraih ponsel di atas meja nakas. Harusnya aku matikan saja benda ini dari tadi malam.  “Halo..” aku lupa jam berapa aku tidur pagi ini. Bukan insomnia, tapi aku harus menyelesaikan pekerjaan. Ada perubahan tiba-tiba pada jadwal, alhasil aku harus segera menyelesaikan detail proyek yang sedang aku tangani.  /Jam berapa kau ke kantor?/  Aku menghela napas. “Satu jam lagi.”  /45 menit, Tarin. Aku tunggu kau 45 menit lagi/  Ya Tuhan ingin rasanya mengutuk Ardan, tapi aku tahu Ardan pun pasti sudah menimbang situasiku. Meski menyebalkan, Ardan adalah tipe bos yang patut aku sukuri menjadi pemimpin kami.  Aku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD