SB - 46

2019 Words

Tanaka's POV  ...  Kami duduk di kursi yang disediakan. Talin dengan roti di tangannya dan aku dengan cup mieku. Hujan cukup awet seolah memang ingin menemani kami hari ini. Aku memandangi bulir-bulir hujan yang jatuh dari atap. Hujan tak pernah berubah. Bulir-bulirnya masih sama. Tapi aku telah banyak berubah. Hujan punya kenangan cukup pahit yang kemudian menjadi salah satu penyesalan terdalamku. Hujan sepertinya sangat setia menemani kami. Ya, kami. Aku dan wanita yang saat ini sedang bersamaku ini. Nantarin. Dia terlihat...  "Talin.."  Tarin menoleh. Aku tak bisa menebak apa isi kepala Talin saat ini. Apa yang dia pikirkan? Apa dia membenciku? Hmm, untuk hal satu ini aku yakin benar. Talin pasti membenciku atau lebih tepatnya sangat membenciku. Aku ingat bagaimana ekspresi wajahnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD