“Kau tidak menemui saudarimu, Emelie?” Emelie yang sedang sibuk mengendusi uap masakan bibi Agatha langsung menoleh. Di sebelah neneknya ada sang paman–Gabriel, yang sedang minum kopi sambil membaca surel. “Tidak. Aku tidak ingin mengganggu istirahatnya, Nek. Emma pasti masih syok. Meskipun dia pemberani, aku rasa semua orang akan merasakan trauma dan ketakutan jika di posisi Emma kemarin,” terangnya kemudian sibuk mengekori bibi Agatha. “Emelie benar, Bu. Emma pasti masih lelah dan syok. Lagipula bibi tau kamu pasti pulang, karena itu bibi menunggumu hingga larut malam.” “Dan paman akhirnya tidur sendirian sampai terlelap.” Dengusnya membuat Emelie dan Agatha tertawa kompak “Hari ini kita jadi pergi ‘kan, Sayang?” “Iya. Ada tempat lain yang ingin dikunjungi?” Gabriel menoleh pada

