Sebenarnya

2264 Words

Mika dan kedua orang tuanya diam-diam tersenyum senang melihat Alea yang tengah sarapan. Kondisi Alea sudah lebih baik, meskipun kini menjadi pendiam. Setidaknya, ketika Alea mau makan, itu sudah kemajuan untuk mereka. Alea sendiri perlahan mulai melangkah, meski begitu sulit, dia akan berusaha. Teringat percakapan dengan Mika. Dia bertanya, untuk apa lagi dia hidup, tidak ada Agam di sisinya. Mika menangis lalu meminta untuk Alea tetap hidup demi kebahagiaan. Jika Agam sudah tidak ada, Mika ingin dia dan kedua orang tuanya menjadi kebahagiaan lain untuk Alea. Mereka mencintai Alea. Oleh karena itu, demi Mika dan kedua sosok yang Alea anggap orang tua, Alea akan mulai kembali melangkah, mesti tertatih dan sulit. "Le, nanti jadi ke rumah sakit?" tanya sang mama. Alea mengangguk singka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD