Alea rasa seluruh indra tubuhnya mati, situasi ini benar-benar lebih dari sekedar terkejut. Bertemu Jonathan? Alea rasanya ingin pingsan saja atau berubah menjadi kasat mata. Kaki Alea masih tidak bergerak, seolah sepatunya telah menancap dengan kokoh pada lantai saat matanya menangkap keberadaan Jonathan didalam ruangan ini. Jonathan belum menyadari keberadaannya, baru dirinya. Hingga sosok itu mengangkat wajahnya dan mata tajam miliknya menangkap sosok Alea. Membulat, menatapnya. Mata mereka saling bertemu, saling mengunci dan diam dalam keterkejutan. Jonathan sadar lebih dulu, memutus pandangan dan tangannya terulur untuk menarik paksa map yang ada di sampingnya lalu dengan cepat membacanya. Memastikan apakah sosok itu adalah hanya bayangan, orang yang menyerupai atau benar-benar A

