Khalif sudah berdandan rapi, mengenakan setelan jasnya dan siap untuk pergi. Dia menuruni anak tangga sembari bersiul dengan santainya. Hari ini dia begitu bersemangat karena akan bertemu dengan Namira dan juga Kalandra. Dia ada meeting di daerah dekat sana jadi nanti bisa sekalian saja dia mampir. Senyum tak lepas dari bibir Khalif. dia sudah membayangkan betapa bahagianya ketika dia bertemu dengan perempuan yang sangat ia cintai dan juga putra pertamanya itu. dia sudah tak sabar melepas rindu bersama mereka. "Khalif, mau kemana kamu? duduk sini. lihat, Sarah sudah bawa sarapan untuk kita." panggil bu Siwi dari arah meja makan. senyum Khalif langsung pudar seketika. "Gak ma. Aku buru-buru. Banyak pekerjaan yang harus aku urus." Ujarnya memberikan alasan. "Khalif. duduk sebentar dan ma

