Namira termenung di kamarnya. Dia masih terngiang-ngiang ucapan Khalif itu. tapi disisi lain dia merasa lega karena lelaki itu benar-benar tidak mengganggunya lagi. beberapa hari ini dia tidak melihat lelaki ada di Kedai kopinya lagi. karyawannya juga mengatakan bahwa tidak ada yang mencurigakan di kedai itu. Entahlah dia harus bersyukur atau sedih. tapi tentu saja hatinya tak bisa berbohong. Dia masih ingin melihat lebih lama lelaki itu. jika dia boleh egois dan tak memikirkan resiko apapun dia pasti akan langsung menerima kehadiran lelaki itu. namun, dia harus menahan semua itu. demi sesuatu yang harus dia pertahankan. "Mama! Aku pengen dibacain dongeng ini!" ujar Kalandra yang tiba-tiba masuk ke kamarnya dengan membawa buku dongeng kesukaannya. Perempuan itu langsung menyambut putran

