Di hari berikutnya, Namira memberanikan dirinya untuk keluar rumah walaupun dia was-was jika nanti bertemu dengan lelaki itu lagi. dia takut dia akan berjumpa di tempat yang akan dia kunjungi. Jadi untuk perlindungan, dia memakai masker dan kacamata hitam untuk mengantar putranya ke sekolah. Sebenarnya dia ingin Kalandra libur dulu tapi anaknya itu sedang masa beradaptasi. Apalagi Kalandra sendiri yang senang untuk bersekolah. Dia tak ingin menyurutkan semangat putranya itu. Selepas mengantar putranya tentu saja, dia langsung pulang ke rumahnya. dia memantau keadaan kedai dari rumah. benar saja, seperti dugaannya lelaki itu masih disana. dia takut jika Khalif akan membuat kekacauan lagi. Tak lama telepon Namira berdering. Dia melihat nama Neneng disana. baru saja dia memikirkan hal buru

