Arhan baru saja kembali dari ruang meeting bersama rekan lainnya sekitar tiga puluh menit, saat hendak melangkah menuju tempat dimana Kayra berada, ia mendengar suara ponsel berdering. Bukan berasal dari ponselnya, tapi dari ponsel milik Kayra. Langkahnya terhenti seketika, bahkan ia kembali menajamkan pendengarannya untuk mengetahui pembicaraan Kayra dengan seseorang di seberang sana, mencuri dengar dari celah pintu yang belum terbuka. Awalnya Arhan tidak ingin tahu apa yang dibicarakan Kayra dengan seseorang di seberang sana, tapi setelah mendengar nama yang membuat suasana hatinya memburuk seketika, saat Kayra menyebut nama Kevin. “Iya, aku nggak ada di butik. Lain kali kita makan malamnya,” ucap Kayra. Arhan menggerakkan giginya, kesal, karena obrolan mereka. Tiba-tiba ekspre

