Jika Diizinkan

1028 Words

"Ta." Anyelir memanggil temannya dari ambang pintu. Sosok Talita menyambutnya pulang dari tempat duduknya. Perempuan itu melambaikan tangan, bibirnya mengulas senyum walau kedua matanya tampak sembab. "Duduk sini, Nye. Baru pulang kan lo?" Talita menepuk kursi kosong di sampingnya. Anyelir menurunkan tas dari bahunya. Ia mengedarkan pandangan ke setiap sudut mencari ketiga anaknya. "Udah dari tadi lo di sini?" tanyanya. "Lumayan." Talita menjawab. "Kalau lo cari anak-anak lo, mereka lagi diajak pergi sama Daddy-nya." "Hah?" Anyelir terbengong. Talita melirik tas Anyelir. "Coba lo cek HP. Pasti Om Shakalon udah izin, tapi lo nggak sempat lihat." Anyelir memindahkan tasnya ke atas pahanya. Dibukanya resleting tasnya, kemudian mengaduk-aduk isinya hingga ia mengeluarkan benda pe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD