"Pa, aku mau—" Suara Shakalon tercekat, di depannya ada Anyelir sedang menggelengkan kepala memberi isyarat. Shakalon balas menatap perempuan itu, menarik napas panjang tanpa kentara. Dari tatapannya saja, Anyelir bisa mengetahui kalau lelaki itu berniat jujur pada papanya. Kondisi jadi lebih rumit kala Andreas Malik mengalami kritis. Semua anggota keluarga sekaligus Anyelir dan Krystal menunggu di depan sampai seorang dokter dan suster keluar. Dokter mengatakan kalau Andreas telah melewati masa kritis. Tapi walau begitu, Dokter menyarankan agar Andreas tidak boleh stress atau banyak pikiran agar tidak memicu serangan jantung lagi. Di dalam ruangan, Shakalon, Majen dan Krystal berdiri di sekitaran ranjang lelaki tua itu. Sementara Anyelir, perempuan itu duduk di kursi sembari menggen

