"Krys!" "Gimana? Udah ketemu?" "Krystal nggak ada di mana-mana." "Pa." Rayen memanggil papanya. "Majen juga nggak ada. Apa mereka...," Rayen tampak serius. Siapa saja yang mengenal Rayen, bahkan Milan, istrinya, tidak pernah melihat suaminya memasang ekspresi seserius itu. Milan menyentuh punggung Rayen, memandang wajah suaminya dari samping untuk memastikan saja. Siapa tahu Rayen tiba-tiba berteriak lalu terbahak setelah mengatakan, "SURPRISE!" Sungguh, jika Rayen melakukan hal itu hanya untuk mengerjai orang di saat sedang panik, Milan akan menjadi orang pertama yang akan menendang kaki suaminya! "Kenapa diam? Maksud kamu apa, Ray?!" bentak Andreas Malik murka. Rayen akan membuka mulutnya lagi. Namun, seseorang menyentuh punggungnya. Rayen menoleh dan mendapati Shakalon menge

