Shakalon berlari melewati koridor rumah sakit seperti orang gila. Di belakangnya ada Rino, asistennya yang selalu setia. Rino kuwalahan mengikuti langkah kaki atasannya sampai napasnya tidak beraturan. Rino berhenti sejenak, mengatur napas lebih dulu baru setelah itu mengejar Shakalon yang sudah berlari jauh. Apa cuma Rino saja yang menganggap Shakalon begitu peduli pada Anyelir? Tidak. Rino tidak mungkin salah menerka. Ia bekerja bersama Shakalon bukan satu atau dua tahun saja. Bahkan dari pertama lelaki itu bergabung bersama perusahaan keluarga Malik, Rino sudah menjabat sebagai asisten Shakalon. Selama mengenal Shakalon bertahun-tahun, baru Anyelir yang bisa membuat atasannya selalu panik setiap mendengar kabar buruk mengenai perempuan itu. Rino membenarkan letak kaca matanya yang

