CHAPTER 47

1464 Words

Langit senja berwarna oranye, matahari seolah tenggelam secara perlahan. Satya melihat pemandangan itu di meja dekat jendela, melipat tangannya di depan d**a. "Satya, apa yang kau bawa?" tanya Asher mengambil ransel Satya yang ada di atas meja. "Wah, banyak makanan ringan?" tanya Asher melihat isi ransel Satya yang berisi makanan ringan. Satya hanya diam memandang Asher yang masih sibuk dengan ransel Satya. Dekka menghampiri Asher dan menepuk bahunya, "Hei, sedang apa kau?" tanya Dekka. "Dekka, waktu yang tepat sekali!" ucap Asher menjentikan jarinya. "Lihatlah, semua makanan ringan ini dari Anastasya," papar Asher. Seketika Dekka langsung mengambil makanan ringan di ransel Satya, "Satya, aku ambil dua ya," ucap Dekka mengambil beberapa makanan dari ransel Satya. "Ambil semaumu,"

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD