HARI KE-5 Sinar matahari sudah menampakan diri meski tertutupi rimbunnya dedaunan. Kini semuanya telah berkumpul, mereka melanjutkan perjalanan. Pohon-pohon yang berdiri tegak, menjadi rumah bagi burung yang berwarna-warni dan berkicau merdu. Membuat kesan pulau yang menakutkan dan berdarah karena F.K.16 diadakan disini seolah sirna. "Wah, terlihat indah sekali," ujar Felicia sambil berputar melihat hutan di sekelilingnya. "Benar, aku baru menyadarinya," ucap Asher melihat ke atas pohon tinggi yang terdapat burung berwarna hitam di ekor panjangnya hingga sayap, dan merah di badannya hingga kepala. "Woah, aku belum pernah melihat burung secantik itu. Lihat ada yang lainnya," kagum Arlo sembari menunjuk burung lain dengan warna yang sama datang bertengger di pohon tersebut. Dekka mendek

