CHAPTER 45

1897 Words

Klek ... Anastasya menekan tombol remote yang membuka tirai jendela kamar Satya, dan mematikan pendingin ruangan. Cahaya matahari masuk menyilaukan mata yang tengah memejam. "Satya, bangun!" ucap Anastasya menggoyangkan tubuh Satya. Satya terbangun dari tidurnya sambil mengucek matanya. Kemudian menarik selimut kemudian tidur lagi. "Eh, kok tidur lagi sih? Sarapan dulu, kita mau ke toko game," ujar Anastasya sembari menarik-narik selimutnya. "Game?" tanya Satya. "Iya, cepat mandi dan sarapan!" perintah Anastasya. "Iya," balasnya yang masih mengumpulkan kesadaran. Anastasya melenggang pergi menyiapkan sarapan, sementara Satya pergi ke kamar mandi dengan langkah gontai. Sress ... Suara pancuran air yang membasahi kepala, membuatnya berpikir tentang bagaimana F.K.16 yang akan diada

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD