Hari ini nampak berbeda, karena sang mentari tidak datang menyambut pagi. Awan gelap disertai hujan deras, membuat Felicia terbangun karena kedinginan. Ia berjalan beberapa langkah menuju jendela yang dekat dengannya sembari mengucek mata sesekali. Klek ... Felicia membuka jendela perlahan ke depan. Angin yang masuk ke dalam kamarnya membuat seluruh badan tak kuat menahan rasa dingin. Klek ... Tidak jadi membuka jendela lebar, membuatnya menutup kembali dan tidur sambil menutup seluruh tubuhnya dengan selimut. *** "Felicia!" teriak kakaknya sembari menarik selimut yang sudah sedari tadi menghangatkan tubuh Felicia. "Hmm ..." Felicia hanya berdehem. "Felicia! Cepat bangun, nanti terlambat!" seru kakaknya sambil menepuk pipi Felicia. Felicia bangun dan hanya mengisyaratkan dengan

