Bab 30 Bayangan Masa Lalu

1059 Words

Pagi-pagi Jeny sudah tiba di kantor Kenan, menunggu pria itu datang. Kenan dan Kinanti yang datang bersamaan terkejut saat memasuki kantor, melihat Jeny duduk di kursi kebesaran Kenan. Tidak hanya Kenan dan Kinanti, Jeny pun terperangah dengan kehadiran dua insan Tuhan itu. "Kau." "Ka--kalian." Kenan dan Jeny berkata bersamaan, sementara Kinanti, terdiam dan sedikit syok. "Apa yang kau lakukan di kantorku?" tanya Kenan tidak suka. "Menunggumu. Aku sengaja datang pagi-pagi agar bertemu denganmu, tapi sepertinya kau sedang sibuk dengan perempuan jalang ini," jelas Jeny sambil menunjuk kasar ke arah Kinanti. "Jaga bicaramu, Jeny! Jangan menghinanya!" seru Kenan kesal sambil mengepalkan kedua tangannya geram. "Kau membelanya? Untuk apa? Perempuan ini sudah meninggalkanmu dan kau sudah b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD