Kenan menunggu di luar, sementara dokter melakukan pemeriksaan, ia tidak ikut masuk ke dalam karena masih syok dengan kondisi Kinanti. Pemuda itu tampak gelisah menunggu hasilnya. Pras yang baru saja datang langsung menghampiri. "Tuan, apa Anda baik-baik saja?" tanya Pras sambil berdiri di hadapan Kenan. "Pras, Kapan kau datang?" tanya Kenan terkejut. "Baru saja, Tuan. Apa Anda baik-baik saja? Apa ada yang diperlukan?" tanya Pras kembali yang merasa khawatir dengan bosnya. "Aku baik-baik saja. Belum ada," jawab Kenan pelan. "Minum dulu, Tuan. Wajah Anda terlihat pucat. Basahkan dulu tenggorokan Anda agar tidak kering," pinta Pras sambil menyodorkan sebotol air mineral kepada Kenan. "Terima kasih, Pras," ucap Kenan sambil mengambil dan membuka tutup botol, lalu menenggakknya hingga ha

