Kinanti termenung di kamarnya. Semenjak ia kembali bersama Kenan hati wanita itu merasa khawatir dan kurang bahagia. Ingin rasanya lepas dari belenggu Kenan. Namun, rasanya sulit karena Kenan selalu mengancamnya. "Seandainya Mas Kenan tidak mengancam Saly dan Hendrik, aku tidak akan sudi menurti keinginannya. Benar-benar licik, dia gunakan sahabat-sahabatku untuk menjadi kelemahanku. Aku harus cari cara supaya bisa keluar dari sini," monolog Kinanti sambil menghela napas kasar dan menatap ke arah jendela. 'Aku tidak mungkin menghubungi Hendrik untuk membantuku. Pasti Mas Kenan tidak akan tinggal diam dan mencari kami. Aku tidak mau Hendrik terkena imbas dari masalahku dengan Mas Kenan,' batinnya resah. Kenan yang baru saja datang mengerutkan sedikit alisnya, menatap ke arah Kinanti yang

