"Ara maafin gue ya, gara gara gue lo jadi basah kayak gini....!'" sesal selena sambil membantu membersihkan baju dan rambut Zara, cewe cupu yang di sebut Leo tadi, Zara Dzafina sahabat baik selena , cewe paling populer di Atama Jaya university, selain cantik ternyata Selena merupakan salah satu Model tanah air meskipun terbilang baru, dirinya sudah diperhitungkan dijagat permodelan,
Berbanding dengan sahabatnya Zara, bahkan Leo memanggilnya cewe cupu meskipun tanpa kacamata dan rambut kepang duanya Leo sudah menganggapnya cupu mungkin karena penampilannya yang sederhana dan jauh dari kata modis sangat berbanding terbalik bukan dengan selena.
Bahkan Zara sempat heran kenapa selena mau berteman dengannya di saat orang orang tidak mempedulikannya.
Mereka akan menganggap zara ada ketika membutuhkan sesuatu darinya..
Sedangkan Selena setiap saat jika ada waktu luang dia akan mencari Zara hanya untuk sekedar mengobrol.
Selama ini Zara tidak pernah membeda bedakan teman, memperlakukan mereka sama meskipun tidak sebaliknya, terus tersenyum kadang tesakiti, itulah Zara Dzafina.
"ini bukan salah kamu kok len," jawab zara dengan senyum yang selalu menghiasi bibirnya itu
"kenapa juga lo tadi dateng, lo jadi sasaran Leo kan"sesal selena menghentikan aktifitas zara dan menatap kearah Lena sapaan selena darinya.
"Oh jadi dia yang namanya Leo, Leo AtmaJaya itu..,?" Tanya Zara sambil mengangguk anggukan kepalanya
"Iya dia Leo...lo kemana aja baru tau dia,"ucap selana
"aku kan enggak terlalu suka mendengar ataupun mencari cari apapun berita yang populer dikampus" jawab Zara tetap dengan senyumnya
"jadi dia Leo yang sama yang sudah membuat hati seorang Selena jatuh..hemm"ledek Zara sambil menunjuk nunjuk pipi selena yang mulai memerah
"iiisshhh~~ Ara jangan ledekin gue" rengek selena
"Lena bukannya dia tadi sangat kasar, kenapa Lena suka sama orang yang bahkan enggak punya sopan santun dan menghargai seorang wanita" ucap Zara
"Ara..gue udah suka sama Leo semenjak SMP, meskipun dia sedikit kasar tapi dia tipe cowo idaman, lo enggak tau hampir seluruh cewe di kampus kita bermimpi buat jadi pacarnya ah jangan kejauhan bahkan mereka akan sangat senang dengan hanya mendapatkan senyuman dari Leo" jelas selena
"oh ya, apa yang kalian lihat dari seorang Leo" gumam Zara sambil menggaruk pelipisnya yang tidak gatal mencoba mengingat ngingat kembali bagaimana arogannya Seorang Leo Atma Jaya
"aiisshhh Ara, Lo enggak liat dia itu Ganteng, tajir dan cool, cewe mana yang enggak tertarik sama dia"ucao selena
"aku enggak.,"jawab zara
"Lo pengecualian"sergah selena cepat karena sahabatnya yang satu ini tidak bisa di tebak dengan selera yang dimiliki
"makannya Lo jangan keseringan berteman sama buku deh ra,"kesal selena
"memangnya kenapa len, apa salah.?"tanya zara
"bukannya salah, Lo kali kali harus berbaur sama yang lain, jangan sama gue mulu temenannya" ucap selena
"selena udah cukup kok jadi temen aku, aku mau berteman sama siapapun tapi mereka belum tentu kan mau berteman sama aku" lirih Zara membuat Selena menghembuskan nafas kasaranya, ternyata dia salah biacara...
Orang yang masuk Atma Jaya university adalah orang orang kalangan atas, sedangkan Zara dia salah satu orang yang beruntung mendapatkan beasiswa dan masuk universitas ini,
Itulah salah satu alasan kenapa dia selalu dijauhi yang lain.selain penampilannya yang jauh dari kata modern, kalian tahu bukan satu dari seratus orang di muka bumi ini menilai seseorang dari penampilan dan fisiknya, hanya satu saja yang menilai dari hatinya, dan Kalian pasti tahu itu adalah alasan seorang zara hanya berteman dengan Selena, Selena merupakan 1 orang dari 100 orang tersebut.
*****
Selena dan Zara berjalan dari dalam toilet dan hendak menuju kelas mereka selanjutnya
"lo habis kelas mau kemana..,?" tanya selena
"emmss harus balikin buku ke perpus habis itu keruang seni, mumpung hari ini enggak ada jadwal kerja, jadi aku ingin beresin lukisan aku,"jawab zara
"lo masih kerja di Restoran ayam itu..,?" tanya Selena menghentikan langkahnya dan menatap Zara intens
"masih Len, aku masih harus bayar hutang hutang aku ke kamu kan.," jawab zara
"udah deh Ra keluar aja, lo enggak usah kerja di Restoran itu, gue enggak mau lo di perlakukan se enaknya sama mereka.."kesal Selena
"enggak apa apa len, mereka kan senior, toh kalau restoran lagi rame mereka juga ikut kerja"jawab zara
"gimana kalau lo jadi asisten gue aja, lo enggak usah repot repot kerja di restoran enggak guna itu lagi"bujuk selena
"sebulan lagi kontrak kerja aku habis setelah itu aku akan terima kerjaan dari kamu, bagaimana..?"tanya zara
"dari bulan lalu juga begitu jawaban lo, pokoknya gue enggak mau tau, secepatnya lo harus keluar dari restoran itu"tegas selena tidak ingin di bantah setelah itu pergi mendahului zara...
Sedangkan zara hanya tersenyum melihat tingkah sahabatnya yang kadang pemaksa tapi zara tahu selena seperti itu karena menyayanginya...Zara tahu selena bersikap seperti itu karena dia tidak ingin melihat zara diperlakukan tidak adil oleh senior-senior di tempatnya bekerja.ya memang bukan tanpa alasan,cara memang kerap kali bekerja lebih keras dari pekerja lainnya, karena mereka melimpahkan tugasnya kepada zara seorang diri, entah itu terlalu baik atau polos karena keduanya beda-beda tipis dengan bodoh bukan, zara hanya tersenyum dan menerima semua limpahan tugas itu,.
***
Zara tersenyum saat melihat lukisan didepannya selesai dia kerjakan,
"akhirnya bisa beres juga" gumam zara sambil membereskan beberapa kuas dan cat air miliknya.
"lukisannya bagus"ucap seseorang dari arah belakang zara membuatnya berbalik dan tersenyum ramah saat mengetahui siapa yang datang
"ck Rendi mah bakalan bilang bagus terus meskipun aku hanya coret coret kertas doang juga" ucap Zara membuat Rendi terkekeh sambil duduk di sebelahnya
"siapa dia..,?" tanya Rendi pada sosok di dalam lukisan itu
"emmss aku juga enggak tau,"jawab zara
"hemm"membuat Rendi mengerutkan keningnya
"aku enggak ingat, tapi bayang bayang anak kecil itu terlukis jelas di ingatan aku"jawab zara sambil melihat Rendi dan tersenyum..
"apa lukisan ini akan di pajang pada pameran kampus kita..,?" tanya Rendi
"semoga, pak Rian nyuruh aku tapi aku enggak tau lukisan mana yang harus aku pamerkan"jawab zara..
"tenang, lukisan kamu semuanya bagus, aku yakin pak Rian bakalan milih semuanya sangking enggak bisa memilih"jawab Rendi
"iishhh Rendi berlebihan.," ucap zara dengan senyum yang tidak pernah luntur, membuat rendi terpaku pada wajah polosnya yang tidak tersentuh make up sedikitpun...
Rendi mengacak rambut zara saking gemasnya membuat zara memasang wajah cemberutnya yang semakin membuat rendi gemas.
Rendi dan zara sudah berteman sejak mereka menjadi mahasiswa baru di kampus Atmajaya ini, saat Rendy lupa membawa perlengkapan ospeknya yang kala itu zara lah yang menolongnya, dan sejak saat itu mereka mulai dekat dan berteman sampai saat ini mereka duduk di semester akhir. Bagi Rendy zara adalah wanita yang berbeda dari kebanyakan wanita yang selama ini dia kenal, zara terkesan wanita yang menyembunyikan kecantikannya untuk dirinya sendiri dan Rendy pun baru mengetahuinya saat setahun pertemanan mereka, Rendy baru sadar bahwa zara bukan hanya cantik hatinya tapi wajah polos yang selama ini dia tampilkan itulah kecantikan sebenarnya menurut Rendy.