32

562 Words

Seminggu sebelum pertunanganku dengan Rully aku mengunjungi Hesyam di Rumahsakit Jiwa. Seperti biasanya aku membawakan beberapa makanan dan buah-buahan yang Hesyam suka. Kali ini Hesyam tampak begitu berbeda, rambut gondrongnya sudah dipotong, kumis serta jenggot yang sempat tumbuh pun kini sudah tidak terlihat di wajahnya. Yang lebih membahagiakan, Hesyam menyapaku terlebih dahulu. "Assalamualaikum ..." "Waalaikumsalam, Kiara." Aku menoleh pada penjaga yang membawa Hesyam untuk bertemu denganku, penjaga itu hanya tersenyum dan mengangguk. "Bagaimana kabar kamu hari ini, Syam?" "Aku baik-baik saja. Apa kamu datang untuk menjemputku? Aku sudah tidak sabar ingin keluar dari sini." "Memamgnya ada apa?" Hesyam tidak menjawabnya, ia malah menunduk dan memainkan jemarinya yang sa

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD