Jangan-jangan Homo?

1093 Words

"Maju terus! Jangan mundur! Selama kamu ada di jalan yang benar."  Sabda dari bapak gue tiba-tiba aja keinget, berbarengan sama ketemunya motor si Adit di antara tiga motor matic thailook lainnya. Gue berhenti. Mata gue fokus sama Sion R, warna biru, yang masih standar pabrikan, nyempil di antara motor-motor cacingan. a***y keren banget dah.  Gue turun dari si Vio yang sebelumnya gue standarin dulu. Sementara si Octa masih betah duduk di motor, plus masih pake helm gue yang tadinya ogah-ogahan dia pake. Dasar wanita!  Ngeliat orang asing dateng, dua anak yang hampir mirip, mungkin karena cukuran rambutnya sama, cepak, hampir plontos. Nyamperin gue.  "Gue lagi nyari orang yang punya motor ini!" Sambil nunjuk motor si Adit, "Ada?" tanya gue.  Si kembar siam saling tatap-tatapan. 

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD