Sakau

828 Words

"Beb! Aku sakau."   Dalam ruang sempit ini, aromamu melumpuhkanku sampai pada titik yang sulit untuk dipahami.   Jemari lentik nan lembut itu, seakan menari-nari di dalam hatiku. Mencampur aduk setiap rasa yang ada di sana. Menjadikannya satu rasa yang kuat. Kegelisahan. Membuatku ingin hidup dan mati di saat bersamaan.   ....   Merinding sumpah!   Ti-ga ha-ri gue nganggur. Cuma makan tidur, terus cuci muka doang enggak mandi. Shalat pun sampe  ditinggali.   Tiba-tiba adek gue ngasih link cerita yang kata dia bisa hilangin stres plus ngasih ketenangan jiwa. Ternyata hoaks doang. Ceritanya 1000 % bikin gue takut, padahal bukan cerita horor.   Jadi ceritanya itu ... si Aku lagi sakau, terus dia minta bakpao, eh. Putau maksud gue. Sampe omongan dia ngelantur ngalor-ngidul. Bahka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD