“Aaah ….” Satu gigitan kecil Sehan membuat tubuh Saskia tersentak. Ia sudah lama sekali tidak merasakan hal itu. Jadi, tubuhnya terlihat begitu sensitif. Terlebih, hormon kehamilannya yang membuat d**a wanita itu membesar, membuat Sehan makin gusar memainkannya. “Bang … Kia geli,” bisiknya. Sehan mendongak tanpa melepaskan dirinya. Ia tak ingin menyakiti wanitanya dan si jabang bayi. Jadi, ia akan melakukannya perlahan-lahan. “Tahan sedikit, ya,” bisik Sehan ketika ia kemudian turun dan mengecupi perut sang istri lembut. Saskia makin tidak tahan. Kakinya otomatis terbuka ketika sang suami sampai di sana. Wanita itu menunduk demi melihat apa yang di lakukan sang suami. Dan selanjutnya, ia menegang. “Aah ….” Lidah dan jemari Sehan bekerja sama untuk membuat Saskia menjerit pelan

