Jam dinding sudah menunjuk kan pukul tiga pagi, sedang kan Navyla masih berkutat di depan layar laptop untuk menyelesai kan skripsi miliknya. Mulut kecil Navyla menguap lebar karena sudah tidak sanggup lagi menahan kantuk, namun Navyla tidak bisa lagi menunda – nunda skripsi nya, sebentar lagi pendaftaran wisuda akan di buka dan dia harus sidang secepat nya agar dapat langsung mendaftar wisuda di bulan depan. “Minum kopi dulu deh,” gumam Navyla lalu berjalan keluar dari kamar dengan wajah mengantuk. Kevin yang baru saja pulang dari kantor menatap Navyla sejenak lalu melihat ke arah jam di pergelangan tangan nya. “Loh? Mas baru pulang?” “Kenapa belum tidur?” tanya mereka bersamaan. “Lagi ngerjain skripsi,” “Tadi banyak kerjaan di kantor,” jawab mereka bersamaan pula. Navyla terdiam s

