"Gue pulang dulu yah, bro. Dah sore juga," pamit Zidan. Devan mengangguk, "Yosh, terima kasih, bro. Sudah mampir, ingat besok pencarian dimulai," balas Devan dan Zidan mengangguk sembari menaikkan kedua jempol tangannya. Tadi, Zidan dan Devan sempat berbincang mengenai orang tua Rycca yang harus ditemukan cepat karena Devan akan melamar gadis tersebut secepat mungkin dan tak ingin menunda-nunda waktu lagi. Zidan pun pulang bersama Lia, sampainya di rumah, pasutri tersebut membahas hal yang tadi, "Harus besok, sayang?" tanya Lia. "Iyah, harus. Karena Devan mau ngelamar Rycca." "Apa nggak terlalu cepet? Rycca kan masih 18 tahun." Zidan tersenyum mengusap rambut istrinya begitu lembut, "Sayang ... kalau kedua-duanya udah mau dan saling cinta, umur gak dipermasalahkan lagi, lebih cepat l

