Clarisa menghempaskan kasar tubuhnya duduk pada bangku yang berada di ruangan Laboratorium Rich. Sekilas lelaki berkacamata tebal itu melirik pada Clarisa yang terlihat tidak bersemangat. "Mana Mac?" seloroh Rich mengalihkan tatapannya pada gadis yang duduk pada bangku sofa dengan bibir mengerucut. Tatapannya menerawang jauh. "Mac sedang berkencan dengan ratu kampus itu," decih Clarisa dengan nada lesu, wajahnya nampak kesal. Rich meletakkan tabung reaksi yang berbeda di tangannya di atas rak kaca yang berada di dalam ruangannya. "Siapa maksud kamu, Clarisa?" ucap Rich melangkahkan kakinya menuju meja kerjanya. Sekilas melirik pada Clarisa. "Siapa lagi kalau bukan Liliana, gadis tercantik yang berada di kampus kami." Clarisa mengeraskan rahangnya, sepertinya gadis itu sedang menahan am

