BAB 20

1023 Words

Dentuman musik terdengar menggema, memekikan telinga. Netra cemas yang menyiratkan sebuah kesakitan menyapu pandangannya kesekeliling. Mencari sosok lelaki yang membuatnya bertekuk lutut dengan janji-janji manis yang sepertinya hanyalah sebuah isapan jempol belaka. Dari banyaknya pengunjung yang memenuhi club, Liliana sama sekali tidak menemukan sosok Jo, lelaki yang beberapa saat lalu dikatakan sedang bermalam dengan seorang wanita. "Halo gadis cantik!" sebuah tangan menarik sedikit dagu Liliana. Seketika Liliana menarik tubuhnya menjauh dari lelaki kurang ajar itu. "Kamu?" Liliana membulatkan matanya. Dari gemerlap lampu berwarna warni yang berada di tempat hiburan yang menyala, Liliana bisa melihat lelaki yang sedang menggodanya tidak lain adalah para mahasiswa yang sempat hampir mele

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD