Demam Jamaah

1575 Words

"Nih," Ale memberikan sepasang piyama milik Rizal yang sama persis sepertinya membuat Arsen tersenyum. "Sengaja ya pilih yang samaan." Godanya. "Pede. Orang adanya cuma itu, ga percaya cek aja sendiri di lemari." Kesal Ale memutar bola mata malas. Hujan masih sederas tadi, namun petir sudah tidak terlalu sering terdengar, saat ini mereka tengah berada di kamar Rizal, meminjam baju untuk Arsen. "Yaudah aku ganti baju dulu," Arsen bangkit, hendak berjalan memasuki toilet, namun Ale segera menarik belakang kaos Arsen. "Arsen." "Kenapa? Mau ikut?" "Ikut ikut gundulmu!" Arsen terkekeh, ia lalu membalikan tubuhnya menatap Ale. "Kenapa?" "Ganti disini aja," lirih Ale menggigit bibirnya gugup. Hujan masih deras, kalau Arsen ke kamar mandi bagaimana kalau lampunya mati lagi? Lalu datan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD