Rumah

1837 Words

* “Gendhis!” Gendhis menoleh spontan saat seseorang memanggilnya. Dia cukup terkejut melihat siapa yang menghampirinya, padahal dia sedang berada di kampusnya. Bara. Ya, setahu Gendhis dia bukan mahasiswa, apalagi dosen di kampusnya. Tapi, entah kenapa lelaki itu bisa ada disana. “Kak Bara? Kok disini?” Lelaki itu tersenyum. “Ya, aku lagi nganter sepupu ngampus. Tapi, aku nggak sengaja lihat kamu disini.” “Loh, emangnya nganter sampai dalem?” Heran Gendhis. “Iya. Dia abis jatuh dari motor, patah tulang kaki. Jadi, tadi ikut anter ke dalem karena belum terbiasa pakai kruk.” “Oh, jadi Kak Bara nungguin dia?” Bara menggeleng. “Nanti Papanya yang jemput. Tadi, nggak ada yang anter dia karena semua lagi sibuk.” Gendhis mengangguk dengan senyumnya. “Kapan-kapan, nanti aku cari dia deh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD