Kasih Sayang Ibu Sambung

1505 Words

Tsabina menautkan alis memandang Justin yang saat ini berdiri di hadapannya dengan menunduk. Justin seperti kehilangan kata-kata, padahal dia sudah menyusun apa yang akan ia katakan kepada Tsabina. Austin yang kini duduk di sebelah Tsabina terus saja semringah melihat saudara kembarnya itu di sini, Austin mengira Justin sudah naik ke jet dan berangkat. Hatinya patah sekali karena mengingat ia dan Justin tak pernah terpisahkan. “Aunt, maafkan aku,” lirih Justin. Tsabina semringah dengan tatapan sedih, untuk pertama kalinya Justin memanggilnya dengan sebutan itu. “Aku tidak jadi kembali,” sambung Justin. “Jujur jauh dari lubuk hatiku yang paling dalam, aku ingin tetap di sini dan aku nyaman ada di sini. Jadi, izinkan aku tetap di sini untuk waktu yang lama.” “Justin, kamu bicara apa sih

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD