# Tsabina Pov. “Bina, kayaknya aku pergi saja, mungkin aku bisa menginap di wisma,” kata Liu. “Iya. Kamu mau kami bayarkan?” tanya Mas Ares. Aku menoleh menatap Mas Ares yang terlihat semangat jika Liu pergi dari sini, aku pun bingung ada apa dengan Mas Ares, terlalu berlebihan tidak sih sikapnya? Dia tidak bisa membantu orang lain, aku jadi tidak enak pada Liu, tapi aku pun tidak bisa mengabaikan perasaan Mas Ares yang tak menyukai Liu ada di rumah. “Tunggu ya, Liu, aku diskusi dulu sama suamiku,” kataku. “Diskusi apa? Aku pergi saja, Bina, tidak apa-apa kok,” kata Liu lagi. “Sudah kamu tunggu di sini,” kataku lalu bergeser bersama Mas Ares. Aku menatap Mas Ares yang saat ini tidak membalas tatapanku. Aku menautkan alis dan menatapnya lagi. “Mas, kamu tidak kasihan pada Liu? Dia i

