Makin Banyak Pikiran (A)

2161 Words

Aku terbangun dari tidurku dan melihat Tsabina berbaring di sofa menjagaku. Aku tak perduli dengannya dan segera ke dapur untuk mencari makanan. Aku melihat semua makanan masih tertata di atas meja makan. Malam menunjukkan pukul 11. Aku baru mau menyantap makan malam setelah seharian berpuasa. Tadi kepalaku sangat sakit, namun sekarang sudah mulai membaik. Setelah makan malam, aku akan meminum obat lagi. “Tuan Muda?” Fufu menghampiriku. Ternyata dia belum tidur. “Anda mau makan malam?” “Iya.” “Semua makanan itu sudah saya panaskan.” Fufu melanjutkan. “Baiklah. Kamu pergi lah beristirahat.” “Saya akan menemani Tuan Muda.” Fufu melanjutkan lagi. “Ya sudah kamu duduk di sini,” lanjutku. “Apa? Saya duduk di situ? Tidak perlu, Tuan Muda. Saya mana berani.” “Fufu, aku itu mengenalmu sud

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD