Tsabina tersenyum menatap suaminya yang tidak pernah berhenti menatapnya. Tsabina senang akhirnya apa yang mereka impikan dan mereka inginkan kini telah mereka dapatkan. Tsabina merasa lebih baik setelah semua yang terjadi. Tsabina menoleh menatap suaminya lagi, karena Antares terus mengelus pipinya. “Terima kasih ya, Sayang,” ucap Antares. “Mas, kamu udah minta maaf sejak tadi,” kata Tsabina menggelengkan kepala. “Aku bangga sekali sama kamu. Jadi, karena kita udah mau punya anak, kamu harus jaga kesehatan dan jaga aktifitas, jangan terlalu bergerak dan jika perlu harus tetap istirahat,” kata Antares. “Iya, Mas.” Tsabina menjawabnya. “Bagaimana? Masih sakit?” tanya Antares. “Sudah tidak, Mas, sekarang aku baik-baik saja,” jawab Tsabina. “Tadi hanya pusing.” “Sekarang bagaimana? Ma

