Mereka semua tiba di butik, Tsabina menghampiri anak-anak yang sejak tadi diam saja, mereka mampir ke butik yang menjual semua pakaian lengkap dari anak-anak hingga orang dewasa. Tsabina menoleh dan menatap keduanya. “Anak-anak, ada apa?” tanya Tsabina. “Kami punya banyak pakaian di Manhattan,” kata Justin seperti biasa menyombongkan diri. “Tapi kan kalian tidak di Manhattan, jadi lebih baik kalian pilih apa pun yang kalian mau,” kata Tsabina. “Justin, Austin, kenapa kalian diam saja?” tanya Antares mulai sesak karena lumayan banyak orang. Antares memang tak suka keramaian seperti ini. “Kami akan menerima apa pun, tapi untuk memilih kami enggan, Daddy,” jawab Austin. “Jadi Aunt saja yang memilihkannya untuk kami. Tapi, jangan pakai baju yang sama, kami tidak menyukainya.” “Baiklah. K

