Mahasiswa Tahun Pertama

2191 Words

Sherin duduk di sofa ruang tengah yang luas dan terang di rumah mewah mereka di Tangerang. Rambutnya yang diikat tinggi berayun pelan saat ia mencondongkan tubuh ke arah televisi, sementara jari-jarinya sibuk menggulir layar tablet di pangkuannya. Di layar televisi, tayangan berita langsung memperlihatkan suasana demonstrasi di depan kantor gubernur. Spanduk, toa, kerumunan massa yang penuh semangat—semuanya ditayangkan tanpa sensor. Dan di tengah itu, wajah Pandu, Gubernur Jakarta, menjadi latar belakang perdebatan publik hari ini. “Demo lagi. Mereka gak bosan apa?” gumam Sherin sambil melemparkan pandangan sinis ke layar. Di sebelahnya, Haykal, adik laki-lakinya yang baru pulang sekolah dan masih mengenakan celana olahraga, duduk dengan tenang. Remaja lima belas tahun itu tampak jauh l

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD