80. —Not Bad

1278 Words

“Aaarghh! b*****t!” Tatapan tanpa emosi itu ia tujukan pada lelaki yang menusuk dirinya sendiri itu. Tepat di perut kirinya. “Lo yang b*****t!” balas maki Brama dengan desisan dari bibirnya. Tangan kanannya yang tergores ia kibaskan. Membuat darahnya menetes ke tanah. Lelaki itu ambruk ke tanah. Tapi Brama sama sekali tidak meliriknya. Sama seperti sebelas orang yang ambruk di sekelilingnya. Matanya kembali menoleh pada sekitar dua belas orang yang baru keluar dari dalam gudang. “Sial!” desisnya pelan. Tangan kirinya terangkat, menatap jam. “Waktunya gak akan cukup,” sinisnya. “Lo gak bisa pergi, Anjing! Mati lo disini!” desis lelaki yang sedang menahan tusukan di perut kirinya dengan kedua tangannya itu. Cairan merah kental itu merembes kelar melalui celah jari-jarinya, membasahi kuk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD