Villa milik Zainab, kakak perempuan kembar Zainal dan Zaenal, atau yang akrab dipanggil Tantenab oleh sepersepupuan Hadar, berada di kaki Gunung Tangkuban Parahu. Dikelilingi pepohonan pinus yang rapat, dingin, dan udara sejuk yang segar, ini memang jadi tempat kabur dari penatnya kota dan padatnya jadwal Zana selama ini. “Tantenab kira kamu udah lupa jalan ke Bandung, Za,” Zainab menyapa saat Zana keluar lebih dulu dari mobil. Senyum Zana mengembang sempurna, cantik dan cerah ceria, “Tantenaaab!” serunya sambil berlari menuju Zainab dengan tangan merentang. Pelukannya dieratkan pada tantenya yang selalu menerimanya di sini. “Aku kangen,” manja Zana. Tangan Zainab melingkari punggung Zana, mengelus punggung itu dengan sayang. “Tantenab juga kangen,” jawabnya di telinga Zana. Pelukan

