Setelah Liana terlelap dalam gendongannya. Veve beranjak menuju kamar. Dalam kamar pun, emosi Veve ingin meledak. Bagaimana tidak. Bukannya membawa baby Lion ke box bayinya, pria itu malah membawa Lion tidur di kasurnya. Kalau tidurnya Akbir kalem sih tidak masalah. Tapi tidurnya Akbir sudah kayak kuda. Kalau anaknya di tendang bagaimana? Veve meletakkan Liana ke box bayi. Menghampiri suaminya yang sudah terlelap dengan kaki yang hampir menimpa putranya. "Kak, kak Akbir bangun!" Veve mencoba membangunkan suaminya. Walau ia rasa akan sulit. Karena kalau sudah tidur, Akbir kayak kebo. Kalau ada angin p****g beliung pun, Akbir tidak peduli. Persis seperti dirinya. "Kak, bangun dulu. Tangamu jangan peluk peluk Lion." kesal Veve ketika tangan Akbir malah memeluk putranya. Putranya masih kecil
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


