BAB 12 Bulan Lahir Yang Sama

1991 Words

Sore itu, mobil yang ditumpangi Leon dan timnya akhirnya berhenti di pelataran kantor setelah perjalanan panjang pulang dari kampus. Udara panas bercampur rasa letih seakan melekat di tubuh mereka. Wajah Leon tampak sedikit pucat, garis lelah jelas terlihat di bawah matanya. Begitu juga dengan Dinda, Rudi, Doni, dan Dewi—semua sama-sama ingin segera duduk dan menarik napas panjang. Begitu masuk kantor, kebiasaan kecil yang unik kembali terlihat. Dewi dan Rudi, yang sejak dulu terkenal paling rajin membawa bekal dari rumah, langsung menuju pantry. Mereka membuka kotak makan masing-masing, aroma lauk rumahan menyeruak, membuat siapa pun yang melintas ikut lapar. Rudi mengeluarkan nasi lengkap dengan sambal kesukaannya, sementara Dewi sibuk mengaduk sayur bening dalam termos kecil yang dibaw

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD