Selamat Tinggal Ibu

1354 Words

Semua tentang hidupku, hanya aku sendiri yang tau bagaimana prosesnya berlalu. Dan kini, aku tak tahan lagi menanggung semuanya sendiri, andai saja... kini ada seseorang yang bisa mendengarkan semua ceritaku ini. Menerima semua keluh kesahku, merasakan semua senang sedihku. Andai saja itu mungkin, betapa baiknya dunia padaku. Tapi untuk saat ini... aku yakin semuanya mustahil. Aku tersenyum tipis, berusaha mengingat semua kenangan manis yang pernah aku rasakan, agar air mataku tidak jatuh lagi sebab mengingat berita duka ini. Aku tak ingin semua penumpang di pesawat menatap aneh diriku. Selama di pesawat, aku hanya mengumpulkan kenang-kenangan manis di kepalaku. Mengulang-ulangnya, walau dari tadi tanganku gemetaran. Setelah mendarat di bandara Soekarno-Hatta, aku langsung menaiki sewaa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD