“Kakak iparku,” jawab Melya malas. Dia bahkan tak Sudi untuk sekadar menyebut nama nenek lampir itu. “Kamu yakin?” Pangeran mencoba menginterogasi. Melya mengangguk lemas. Akhirnya, dia pun menceritakan kejadian yang terjadi tiga hari yang lalu. “Aku gak sengaja ketemu sama itu lampir di mall waktu jalan sama Senja. Aku pikir itu orang udah kapok gak ngusik aku lagi. Secara dia cuma bentar doang terus minggat. Biasanya kan kalau aku belum ngasih duit, tuh lampir bakalan tetap aja ngejogrog di situ. Tapi, ternyata dia justru udah mendapatkan lebih. Begonya, aku gak sadar itu semua.” Senyumnya terlihat begitu kecut “Maksudnya?” tanya Pangeran penasaran. Wanita itu mendengkus. “Aku mau cerita sedikit tentang hubunganku dan si Lampur itu. Kami tidak akur, bahkan aku tak ingin akur dengan

