"Kamu mau sama aku?" Tawa Casya pecah dalam ruangan apartemen ini setelah mereka berada di dalam. "Kenapa?" Tirta yang heran pun bertanya, "Kamu sadar enggak sih? Kalau kita baru ketemu hari ini. Hehe," kekehnya. "kamu kenapa?" Casya bertanya balik, "Apa? Aku kenapa? Kamu yang kenapa? Enggak mau sama aku emang?" Tirta penasaran akan jawaban Casya yang sebenarnya. "Bukan hanya saja aku merasa enggak harus libatkan kamu dalam permasalahan keluargaku dan perasaanku yang keluargaku pun tidak pernah menganggapnya. Kamu tidak perlu repot-repot" mengibaskan tangannya dan tertidur di sofa single Tirta tanpa peduli bahwa orangnya di sana tidak bertanya siapa yang punya apartemen ini.. Tirta mendekat memperhatikan dengan seksama wajah Casya lebih lekat dan intens, entah apa yang mereka dorongn

