Casya tidak habis pikir jalan pikiran kedua orang tua Anya. Hanya karena Rayhan bukan anak kandung kakeknya? Harta mengalahkan segalanya. "Lu enggak coba bujuk Anya?" Casya bertanya sambil mereka berjalan setelah menghabiskan makan siang. "Percuma." "Kenapa?" "Ya lu pikir, buat apa coba?" "Ya, mana tahu lu masih berjuang sama dia." "Kalau sekedar orang tuanya yang menentang, gue bisa hadapi sendiri, enggak harus sama dia, Sya. Tapi kalau dia yang udah enggak mau berjuang bareng, buat apa? Dan sekarang giliran lu," tunjuknya pada Casya. "Kok gue?" Casya menunjuk diri sendiri. Tiba-tiba pembicaraan ke dia lagi. "Ya lu bisa enggak lupain Sky? Kalau lu enggak niat, sama aja bohong." "Gue udah usaha lho, Ray, cuma mungkin belom berhasil aja." Casya berkata dengan kesal, menghembuskan n

