Setelah mencuci piring Nadia berjalan menuju kamar David, kali ini dia mengetuk pintunya terlebih dahulum Tok tok tok. "Masuk," ujar David dari dalam. "Anda pake bajukan?" tanya Nadia yang membuat David tanpa sadar tersenyum mendengarnya. "Iyaa." Mendengar jawaban David Nadia lalu membuka pintu kamr David dan masuk ke dalam. "Kenapa?" tanya David tanpa mengalihkan pandangnya dari layar laptop. "Kenapa Anda libatkan Om Pandu dalam masalah kita?!" tanya Nadia to the point. "Why? Kau takut dia kenapa-kenapa?" Bukanya menjawab pertanyaan Nadia malah David balik bertanya. "Jangan pernah macem-macem sama Om Pandu, ini masalah kita berdua jangan seperti pengecut begitu," sindir Nadia yang membuat David terpancing emosi. Dia bangun dari duduknya tanganya dia masukan ke kantong celana. "Kau

