Larangan untuk Hamil

1074 Words

"Kamu dengar sendiri, kan, Eja? Pria itu saudara ayahku. Sekarang kamu jawab, siapa yang mengirim foto ini padamu!" Jihan mengapit lengan kekar Senja dan menyandarkan kepalanya pada lengan kekar tersebut. Senja melepaskan tangan Jihan yang melingkar pada lengannya. "Oh, ya, Syakila mana? Dari tadi aku tidak melihatnya. Biasanya kalau dia mendengar suara Jingga, dia langsung datang." Mencoba menghindar dan menjauh dari Jihan. Ia takut Jingga salah paham kalau melihat kedekatannya dengan wanita tidak tahu malu seperti Jihan. "Ayah memintaku untuk mengirim Syakila ke kampung. Tadi pagi saudara ayah datang untuk menjemput. Tidak lama, Eja. Hanya sampai kita menikah." Jihan menjawab dengan suara yang begitu manja. Ia juga kembali mendekati Senja. "Aku merindukan kamu, Eja. Apakah kamu tidak r

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD