"Jingga …," lirih seorang wanita paruh baya. Wanita tersebut di kawal oleh dua orang pria yang bertubuh kekar. Tidak jauh dari sana ada seorang pria paruh baya tengah menyunggingkan senyum kepada Jingga dan Senja, yang berjalan cepat keluar dari apartemen. Diiringi oleh Septi dan Evan dari belakang. Langkah Jingga berhenti. Tubuhnya membeku. Mendengar suara yang sudah lama tak di dengar. Wajah cantiknya menoleh. "I-ibu?" lirihnya. Melepaskan genggaman tangan Senja dari pergelangan tangannya. Senja ikut berhenti. "Ada apa, Sayang?" Ikut menoleh ke arah Jingga menoleh. "Jangan mendekat!" Menarik Jingga ke dalam pelukannya. Rahang Senja mengeras melihat Riyadi bersama dua orang pria. Menawan seorang wanita paruh baya yang begitu mirip dengan istrinya. Senja yakin, beliaulah yang selam

