Mendapatkan beasiswa di sebuah sekolah ternama, kebanyakan membawa kebahagian untuk orang-orang. Akan tetapi, tidak untuk Senja Yudistira. Ia merasa rendah diri untuk masuk ke sekolah tersebut. Apalagi ia bersekolah di tempat yang memiliki murid terbanyak. Karena di sana, sekolah menengah pertama di gabung dengan sekolah menengah atas. Namun, itu adalah jalan satu-satunya agar bisa melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Pada suatu hari, Senja mendapatkan sebuah surat di dalam lokernya. Surat dari seseorang yang mengajaknya untuk berkenalan dan berteman. Dari surat tersebut Senja bisa melihat bahwa sang pengirim adalah seorang perempuan. Itu terbukti dari nama yang bertuliskan Mentari serta aroma lembut yang tercium dari kertas tersebut. Dari sanalah perkenalan Senja dan Me

